Review Anime Suzumiya Haruhi no Yuutsu

opening

 
Anime tayang dari tahun 2007 lalu ke 2008 dan 2009. Kalau mulai dari Yuutsu, kesan pertama yang kita tonton adalah dimana kehidupan sekolah SMA dan kisah cinta serta comedy. Tetapi ekspetasi itu malah menjadi kaget saya, karena memang anime tuh bikin kita semua kagum dan tidak sangka. Anime ini bukan anime biasa lainnya, Kyon karakter utama dari anime ini bertemu dengan cewe bernama Suzumiya Haruhi. Saat saya nonton episode dimana bahwa Nagato mengaku sebagai alien, Asahina adalah penjelajah waktu (dari masa depan), dan Koizumi adalah seorang esper itu membuat saya lumayan berkata “wah bakalan bagus nih”. Tak disangka-sangka pengakuan itu benar nyata, dan yang membuat saya kaget adalah Haruhi itu adalah Tuhan (et dah-_-).

 
yo
 
Lanjut di season kedua, hal pertama yang saya perhatikan dari Shoushitsu ini adalah bagaimana Kyoto Animation berusaha ‘menghidupkan’ kembali jiwa para Haruhiist yang sepertinya telah mati sejak tragedi Endless Eight (Delapan Abadi) di season dua yang lalu. Hal ini bisa dilihat dimana di awal film opening yang digunakan adalah Bouken Desho Desho? yang merupakan opening di season pertama Suzumiya Haruhi no Yuutsu. Begitu juga dengan gaya animasinya dimana KyoAni tidak lagi menggunakan K-ON style dan kembali ke gaya gambar Haruhi mereka yang lama.
 
Satu hal lain yang patut diacungi jempol adalah keberhasilan Sugita Tomokazu dalam memainkan perannya sebagai Kyon. Di sebuah film yang hampir 90% isinya berisi monolog dari seorang karakter, maka kegagalan peran adalah hal yang sangat fatal dan untungnya Shoushitsu tidak terjatuh ke dalam lubang tersebut. Ya, itu semua berkat kepiawaian Tomokazu dalam memerankan karakter Kyon dan tentu saja, dengan beberapa sarkasme favorit kita semua.
Para pembaca light novelnya pasti menyadari kalau film ini bagaikan sebuah kopian dari novelnya. Ya, film adaptasi ini bisa dibilang sangat persis dengan novel. Hal yang membuat saya senang karena KyoAni (Kyoto Animation) tidak melakukan hal-hal yang tidak perlu kali ini.
Bagi seseorang yang telah menonton serial animenya tentu akrab dengan beberapa event yang ada di film ini, terutama kejadian Tanabata tiga tahun lalu yang diangkat dalam episode “Bamboo Leaf Rhapsody”. Episode tersebut memainkan peran penting di film ini. Tanpa menontonnya maka dipastikan akan membuat kebingungan.
yuutsu
Saat sebelum membuat film
Tetapi walau ceritanya agak bikin bingung dan bisa dibilang berbeda dari yang lain, anime ini cukup menarik perhatian orang banyak. Apa lagi romancenya tidak kalah dari anime romance lainnya, comedynya juga. Kalau dilihat dari berbagai character didalamnya, Asahina lah yang menurut saya terbaik. Movienya yang berdurasi lebih dari 2 jam juga memang mengejutkan, ya karena 2 jam itu lama loh, kebanyakan anime movie tuh 1 jam lebih atau hampir mendekati 2 jam. Movienya juga tidak kalah serunya, karena ekspresi-ekspresi yang jarang kita lihat di animenya muncul disini.
 
nagato
Cukup sampai disini saja ya semua, ja ne. Terima kasih.
Keatas